|
Faktor
Pemicu dan Pendukung Homeschooling
|
|
Kegagalan
sekolah formal
Baik
di Amerika Serikat maupun di Indonesia, kegagalan sekolah formal dalam
menghasilkan mutu pendidikan yang lebih baik menjadi pemicu bagi
keluarga-keluarga di Indonesia maupun di mancanegara untuk menyelenggarakan
homeschooling. Sekolah rumah ini dinilai dapat menghasilkan didikan bermutu.
Teori
Inteligensi ganda
Salah satu teori pendidikan yang berpengaruh dalam perkembangan homeschooling
adalah Teori Inteligensi Ganda (Multiple Intelligences) dalam buku Frames of
Minds: The Theory of Multiple Intelligences (1983) yang digagas oleh Howard
Gardner. Gardner menggagas teori inteligensi ganda. Pada awalnya, dia
menemukan distingsi 7 jenis inteligensi (kecerdasan) manusia.
Kemudian,
pada tahun 1999, ia menambahkan 2 jenis inteligensi baru sehingga menjadi 9
jenis inteligensi manusia. Jenis-jenis inteligensi tersebut
adalah:Inteligensi linguistik; Inteligensi matematis-logis; Inteligensi
ruang-visual; Inteligensi kinestetik-badani; Inteligensi musikal; Inteligensi
interpersonal; Inteligensi intrapersonal; Inteligensi ligkungan; dan
Inteligensi eksistensial.
Teori
Gardner ini memicu para orang tua untuk mengembangkan potensi-potensi
inteligensi yang dimiliki anak. Kerapkali sekolah formal tidak mampu
mengembangkan inteligensi anak, sebab sistem sekolah formal sering kali
malahan memasung inteligensi anak.
(Buku acuan yang dapat digunakan mengenai teori inteligensi ganda ini dalam
bahasa Indonesia ini, Teori Inteligensi Ganda, oleh Paul Suparno, Kanisius:
2003).
Sosok
homeschooling terkenal
Banyaknya
tokoh-tokoh penting dunia yang bisa berhasil dalam hidupnya tanpa menjalani
sekolah formal juga memicu munculnya homeschooling. Sebut saja, Benyamin
Franklin, Thomas Alfa Edison, KH. Agus Salim, Ki Hajar Dewantara dan
tokoh-tokoh lainnya.
Benyamin
Franklin misalnya, ia berhasil menjadi seorang negarawan, ilmuwan, penemu,
pemimpin sipil dan pelayan publik bukan karena belajar di sekolah formal.
Franklin hanya menjalani dua tahun mengikuti sekolah karena orang tua tak
mampu membayar biaya pendidikan. Selebihnya, ia belajar tentang hidup dan
berbagai hal dari waktu ke waktu di rumah dan tempat lainnya yang bisa ia
jadikan sebagai tempat belajar.
Tersedianya
aneka sarana
Dewasa ini, perkembangan homeschooling ikut dipicu oleh fasilitas yang
berkembang di dunia nyata. Fasilitas itu antara lain fasilitas pendidikan
(perpustakaan, museum, lembaga penelitian), fasilitas umum (taman, stasiun,
jalan raya), fasilitas sosial (taman, panti asuhan, rumah sakit), fasilitas
bisnis (mall, pameran, restoran, pabrik, sawah, perkebunan), dan fasilitas
teknologi dan informasi (internet dan audivisual).
|
Rabu, 23 Mei 2012
Faktor Pemicu dan Pendukung Homeschooling
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar